Gaya Hidup; Pengertian dan Macamnya di Berbagai Belahan Dunia

Gaya hidup (Bahasa Inggris: lifestyle) merupakan bagian dari kebutuhan hidup sekunder bagi manusia yang bisa saja berubah bergantung waktu dan tempat (sumber: wikipedia). Karena ia sudah menjadi salah satu kebutuhan, maka istilah ini sudah tentu tidak asing lagi bagi kita.

Semakin melajunya zaman dan semakin dikenalnya kebudayaan dari berbagai belahan dunia membuat pilihan gaya hidup semakin beragam. Setiap kebudayaan memiliki gaya hidup yang khas dan cukup berbeda dengan kebudayaan yang lain. Begitu pula, terkadang pengetahuan juga memengaruhi seseorang dalam memilih gaya hidup.

Pengertian Gaya Hidup

Ragamnya manusia menimbulkan berbagai macam pemahaman dan konsep dari gaya hidup itu sendiri. Terkadang, gaya hidup seseorang menggambarkan bagaimana status sosial atau pemahamannya terkait hidup.

Para ahli sendiri berbeda pendapat soal pengertian gaya hidup. (sumber: pengajar)

Menurut Weber

Ia adalah selera pengikat in group aktor-aktor kolektif atau kelompok status, berkompetisi ditandai dengan kemampuan untuk memonopoli sumber-sumber budaya.

Menurut Kotler dan Keller

Lifestyle merupakan pola hidup seseorang di dunia yang diekspresikan pada minat, aktifitas, serta opininya. Gaya hidup begitu menggambarkan kehidupan seseorang pada interaksi dengan lingkungannya. Gaya hidup menggambarkan seluruh pola seseorang dalam beraksi dan berinteraksi di dunia.

Menurut Plummer

Ia adalah metode hidup individu yang diidentifikasi dengan bagaimana orang menghabiskan waktu mereka (atau aktifitas), apa yang mereka anggap penting pada hidupnya (ketertarikan), serta apa yang mereka pikirkan tentang dunia di sekitarnya (opini).

Menurut Sumarwan

Lifestyle seseorang biasanya digambarkan dengan minat, kegiatan, dan opini (interest, activities, and opinions) dari seseorang. Gaya hidup manusia biasanya tidak permanen dan cenderung cepat berubah. Misalnya, seseorang bisa dengan cepat mengganti model serta merk pakaiannya karena menyesuaikan perubahan hidupnya (gaji, tempat tinggal, pengetahuan).

Indikator Gaya Hidup

Ini adalah indikator yang bisa kita lihat saat seseorang dalam memilih gaya hidup mereka. Dengan memahami hal ini, kita bisa paham apa gaya hidup yang menjadi pilihan orang-orang di sekitar kita bv . Indikator gaya hidup seseorang, menurut Sunarto, biasanya dipengaruhi oleh tiga hal di bawah ini.

  • Opini (Opinion)

Opini adalah pandangan atau perasaan seseorang dalam menyikapi berbagai isu, baik tingkat lokal maupun global, baik itu berupa isu ekonomi, budaya, maupun sosial. Opini sendiri sangat bergantung pada bacaan dan sumber informasi yang didapat oleh seseorang.

  • Minat (Interest)

Minat atau ketertarikan adalah sesuatu yang dianggap penting oleh konsumen untuk sekedar meluangkan waktu atau menyisihkan uang untuknya. Minat pribadi seseorang sangat memengaruhinya dalam mengambil keputusan. Munculnya minat bisa datang dari berbagai hal, seperti datang dari diri sendiri atau datang dari seseorang yang disukai/diidolakan.

  • Aktifitas (Activity)

Aktifitas maksudnya segala hal yang menjadi pilihan konsumen dalam membelanjakan uangnya atau meluangkan waktunya, seperti produk apa saja yang dibeli atau acara apa saja yang diikuti. Dari ketiga indikator gaya hidup, aktifitas adalah indikator yang paling mudah untuk diamati.

Faktor yang Memengaruhi Gaya Hidup Seseorang

Ada banyak hal yang bisa memengaruhi seseorang dalam gaya hidup yang dianutnya. Hal tersebut berkaitan dengan lingkungan, kelas sosial, persepsi, pengalaman atau pengamatan, dan sebagainya. Berikut ini adalah diantara yang disebut Amstrong sebagai faktor-faktor yang bisa memengaruhi gaya hidup seseorang.

1. Pengalaman dan Pengamatan

Pengalaman serta pengamatan bisa memengaruhi segala tingkah laku seseorang hingga gaya hidupnya. Misalnya, ada orang yang sempat merasakan kerugian dalam hidupnya di masa lalu, dia akan memperbaiki banyak hal dari segi ekonomi, misalnya, sehingga ia bisas mengurangi gaya hidup yang borjuis dan menjadi lebih hemat.

Begitupun orang yang mengamati kesalahan orang lain, lalu mengambil pelajaran agar kesalahan tersebut tidak dilakukannya. Kedua hal ini cukup berpengaruh bagi seseorang dalam menentukan gaya hidup.

2. Lingkungan

Adakalanya, lingkungan hidup di sekitar kita memengaruhi gaya hidup kita. Misalnya, kita tinggal di daerah rawan banjir. Hal ini akan membuat kita lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan. Karena, jika tetap membandel, kita sendiri yang akan menerima ‘hukuman alam’ berupa banjir.

3. Kelas Sosial

Seseorang yang memiliki gaji, pangkat, atau pekerjaan yang tinggi, akan ‘dipaksa’ kelasnya untuk menaikkan gaya hidupnya. Sebaliknya, mereka yang masih standar dari segi penghasilan, pangkat, dan pekerjaan, maka tidak akan terbebani apapun dalam hal gaya hidup.

Naiknya kelas sosial seseorang berbanding lurus dengan perubahan circle di sekitarnya. Kecuali, jika dia bisa membedakan mana hal yang bersifat pekerjaan (profesional) dan yang bersifat pribadi.

4. Persepsi

Dari ketiga hal di atas, persepsi bisa membatalkan semuanya. Ketika seseorang memiliki persepsi yang benar dalam hal kesehatan, misalnya, maka di kelas sosial apapun dia, di lingkungan apapun, walau tidak memiliki pengalaman penyakit sebelumnya, ia akan menjalankan gaya hidup yang sehat.

Kelas sosialnya tidak bisa memaksa dirinya untuk banyak mengonsumsi junk food, dan ia tidak harus sadar, meskipun belum terkena penyakit apapun.

Macam-macam Gaya Hidup di Berbagai Belahan Dunia

Dari banyaknya perspektif, pengalaman, lingkungan, kelas sosial, dan berbagai faktor lainnya, muncul gaya hidup yang sangat beragam di berbagai belahan dunia. Sebut saja ada gaya hidup minimalis, gaya hidup sehat, gaya hidup hedon, dan lain sebagainya.

Gaya Hidup Sehat

teh hijau gaya hidup sehat orang jepang
sumber: pixabay

Perilaku gaya hidup sehat banyak dijalankan oleh orang-orang Jepang, terutama di masa dahulu. Mereka sangat menjaga apa yang masuk ke dalam mulutnya dan apa yang masuk ke dalam pikirannya. Hal ini membuat mereka memiliki usia yang lebih panjang.

Salah satu yang membuat mereka mengambil gaya hidup seperti ini adalah karena memahami mahalnya kesehatan dan pentingnya kesehatan agar bisa terus produktif. Tidak heran, pencapaian mereka sudah sangat jauh dibandingkan Indonesia, meski ‘baru memulai’ kembali pembangunan negara setelah 1945 (setelah kekalahan di perang dunia kedua).

Salah satu contoh sederhananya adalah mereka suka minum teh hijau yang mengandung senyawa tertentu yang bisa membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi resiko terkena penyakit-penyakit berat (sumber: orami.co.id). Hal ini berbeda dari beberapa negara maju lain yang lebih suka mengonsumsi minuman-minuman instan bermerk yang justru banyak menjadi sumber penyakit.

Gaya Hidup Hemat

gaya hidup hemat orang cina
sumber: pixabay

Siapa yang meragukan kecerdikan orang-orang Tionghoa dalam berdagang dan mengatur perihal ekonomi? Terkadang, sebagian dari orang Tionghoa juga disebut pelit, karena terlalu memilah dan memilih dalam pengeluaran mereka.

Pada dasarnya, gaya hidup hemat dan efisien lah yang mendasari hal ini. Rapinya pemasukan dan pengeluaran uang membuat banyak dari mereka sukses dalam perdagangan, bahkan Tiongkok sendiri sekarang termasuk dari penguasa perekonomian dunia.

Sebagaimana yang dilansir Detik, jika orang-orang Indonesia kebanyakan hanya menabung 10% dari pendapatan, maka orang-orang Tiongkok menabung antara 46 hingga 60%. Saking hematnya, hal ini menjadi permasalahan tersendiri bagi Tiongkok yang ingin agar perputaran uang di negaranya lebih lancar.

Gaya Hidup Hedon

Hedonisme sebenarnya tidak dimiliki oleh orang-orang tertentu. Ia bisa menjangkiti siapa saja, terutama orang-orang kaya baru (OKB) yang baru saja ‘lepas’ dari jerat kesulitan hidup. Menurut Kamus Cambridge hedonisme artinya perilaku untuk mendapatkan kesenangan sebanyak mungkin dalam hidup dan lebih mementingkan diri sendiri.

Lifestyle ini sendiri memiliki kalangan yang pro dan kontra. Salah satu alasan yang pro adalah karena hidup itu hanya sekali, oleh karena itu nikmati saja. Selain itu, orang-orang hedon sebetulnya juga memiliki efek baik ke perputaran ekonomi di suatu wilayah atau negara.

gaya hidup hedon
sumber: pixabay

Sedangkan yang kontra, lebih melihat kepada dampak-dampak yang dihasilkan dari gaya hidup seperti ini. Karena, orang hedon kurang memperhatikan apa yang ia konsumsi dan mereka cenderung lebih suka terhadap hal-hal instan. Kedua hal ini, berdampak buruk, terutama bagi kesehatan fisik orang tersebut, dan tentu saja kesehatan ekonominya.

Gaya Hidup Bebas

sumber: pixabay

Gaya hidup ini lebih identik dengan hal yang berbau seksual. Biasanya gaya hidup bebas bisa dilihat dari bagaimana perilaku hidup berpasangan dan hilangnya ketabuan dalam nilai-nilai yang dijunjung tinggi adat ketimuran.

Banyak dari negara barat (Eropa dan Amerika) yang menganut gaya hidup seperti ini. Tidak heran, kita akan sangat mudah menemukan orang-orang yang sudah memiliki anak, tapi belum menikah. Dan ini bukan hal yang tabu bagi mereka.

Salah satu negara timur yang menganut gaya hidup bebas antara lain Thailand. Di sana, klub-klub malam dan pelacur bukan hal yang sulit untuk dicari. Bahkan, menurut Tribunnews, 45 dari 10,000 orang di Thailand adalah pelacur, baik laki-laki maupun perempuan!

Penutup

Pilihlah dengan bijak gaya hidup yang akan Anda jalani, karena gaya hidup memiliki banyak dampak dalam kehidupan dan memiliki pengaruh terhadap lingkungan.

Itu tadi pembahasan ringkas mengenai gaya hidup oleh Swinerymeats. Selanjutnya, Anda bisa membaca artikel-artikel lain seputar gaya hidup pada link berikut ini: Informasi Gaya Hidup.

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.